29.10.17

I like it, I'm 25

**WARNING: ini postingan curhat, silakan skip kalau ngga pengen baca curhatan mellow saya hahaha**

Sudah hampir setahun sejak terakhir saya ngepost sesuatu disini. Sebenarnya sih banyak yang saya tulis, tapi semuanya cuma masuk di draft, ngga pernah saya post. Kenapa? Yaaa karena memang belum selesai, terus di save dulu aja, terus habis itu mood nulisnya keburu menghilang.

Ha! Alasan.

Anyway, it's been more than 8 years since I started this blog. Dari umur 16 tahun, sampai sekarang umur saya sudah 25 tahun. Dari saya masih unyu-unyu kelas 3 SMA, sampai sekarang udah tahun ketiga bekerja. Dari jaman blog ngehits banget, sampai sekarang udah jamannya vlogging. Tapi kalau saya sih ya ngga bakalan nge-vlog juga. Kombinasi antara wajah yang kurang memadai dan kemampuan berbicara didepan umum (dan kamera) yang nol besar. Hahaha.


Berbicara tentang 25 tahun, dulu sebelum saya 25 tahun, ada teman yang bertanya kepada saya, "lo ngerasain quarter life crisis ngga sih?". Saya cuma bisa "????" Ah masa sih saya bakalan merasakan itu? Seacara saya kan orangnya sering kelewat santai, ikutin aja kemana angin berhembus. 

Tapi dalam beberapa bulan terakhir ini ada lirik lagu yang kayaknya kok saya banget gitu ya.

"So no one told you life was gonna be this way
Your job's a joke, you're broke, your love life's D.O.A."

Ada yang tahu itu lagu apa? Iya, I'll Be There For You-nya The Rembrandts. 


Dulu saya ngga pernah mikirin ini itu, misalnya nilai waktu sekolah atau percintaan. Buat saya, biar aja semuanya mengalir, toh saya ngga ambisius juga yang harus mencapai ini itu. Sekarang semuanya saya pikirin.

Sebut saja mulai dari kehidupan sehari-hari. Dulu saya kepengen banget kuliah diluar negeri dari beasiswa. Kemudian saya niatnya bekerja sekitar setahunan dulu untuk mengumpulkan uang buat tes TOEFL/IELTS, lalu apply beasiswa kesana kesini. Tapi kenyataannya, saya bablas kerja sampai sudah 3 tahun.

Ketika pertengahan tahun ini saya mulai browsing-browsing tentang beasiswa, tiba-tiba saya jadi berpikir, "memangnya gue cukup pintar ya untuk lanjut S2 di luar negeri? Jangankan di luar negeri, di dalam negeri aja gue kayaknya belum tentu bisa lulus.".

Dan kemudian niat itu pun hilang, walaupun sebenarnya dalam hati saya masih pengen banget bisa belajar di luar negeri.

Kemudian karena memikirkan rencana yang gagal itu, saya jadi berpikir ulang tentang kerjaan saya, terutama kalau lagi stress mengerjakan report atau menghadapi client yang ngeselin. "Ah, mau resign aja terus jadi komikus.", itu yang biasanya saya ucapkan kalau level stress-nya masih rendah. Tapi kalau sudah tingkat stress-nya sudah semakin tinggi, cita-cita saya bisa makin ngawur lagi, "Kayanya habis ini gue mau resign terus jadi idol aja lah.".

Saya ngga benci kerjaan saya, malah saya cukup menikmati karena sebenarnya dengan membuat report riset dari berbagai macam kategori dan latar belakang studi, otak saya bisa terus jalan dan saya jadi ngga merasa bego-bego banget gitu. Lalu saya juga bisa bertemu orang dari berbagai negara dan mengasah kemampuan bahasa inggris saya. Tapi ya itu, kadang suka ada pertanyaan, "Am I actually fit this job?". 

Kemudian berujung kepada penyesalan "Kenapa dulu saya lebih memilih masuk UI dari pada jurusan yang sebenarnya saya inginkan walaupun di universitas swasta?". Tapi ya sudah lah, kalau kata The Beatles "There's nowhere you can be that isn't where you're meant to be."


Tapi belum selesai sampai disitu. Jangan lupakan masalah percintaan.


Di usia segini, tentunya banyak sekali teman saya yang sudah punya pasangan, baik yang masih berpacaran atau pun sudah menikah. Kadang kalau mendengarkan cerita mereka, saya suka berpikir "Ya ampun dulu curhatnya cuma seputar masalah 'duh-gebetan-gue-suka-sama-gue-atau-ngga' atau 'duh-pacar-gue-begini-nih', tapi sekarang rasanya kok... masalahnya orang dewasa sekali ya.".

Apparently, a 25 years old without a boyfriend is bad, and 25 years old without any experience in dating someone is even worse.

Biasanya skenario-nya seperti ini:

"Pacarnya sekarang siapa?" atau "Pacarnya mana nih? Ngga pernah dibawa..."
"Ngga punya pacar hehehe."
"Ah masa sih ngga punya pacar? Ngga punya atau diumpetin?" atau "Oh, makanya jangan kebanyakan milih, yang mana aja asal baik."
"Lah mau pakai kaos kaki aja milih, masa aku cari pacar ngga milih sih? Hehe." *ngeloyor pergi*

atau skenario lainnya:

"Si anu aja udah nikah/lamaran nih, ayo kamu kapan?" atau "Wah, udah gede ya, bentar lagi nyebar undangan dong?"
"Kapan-kapan hehehe"
"Jangan jawab gitu dong, pamali. Harusnya jawab doain aja."
*perlahan menjauh*


Saya pribadi saat ini masih belum ada niat untuk menikah. Kan ada tuh ya walau pun single tapi sesungguhnya dia kepengen banget menikah, tapi kalau saya sendiri sih ngga. But for some reason, I feel like I need some romance in my life. Terakhir kali saya suka sama orang itu sudah 4 tahun yang lalu, itu pun saya ngga tahu apakah saya suka as in I'm in love with him or just merely admiring him.

Ada saat-saat dimana kalau ngeliat teman saya menikah atau punya pacar, rasanya kayak "Hngg pengen punya pacar. Kok kayaknya lucu ya, ada orang buat berbagi senang dan sedih dan keluh kesah segala macam. Gimana ya caranya?" Kemudian setelah berpikir kalau punya pacar kayaknya bakal begini, begini, begitu, begitu, terus jadi ngga kepengen lagi karena menurut saya 'ngurus diri sendiri aja masih ribet, kalo nambah mikir orang lain lagi tambah ribet ngga sih?'

Kemudian keinginan itu pun hilang. Lalu muncul lagi, dan mengulangi lagi proses berpikir yang saya ceritakan diatas, kemudian hilang lagi. Lalu diulangi terus sampe saya bingung sendiri, sebenarnya saya ini maunya apa sih?

Satu hal lagi yang agak ribet buat saya kalau urusan percintaan, saya ini tipe orang yang ngga bisa menangkap kode, atau pun menunjukkan kalau "halo saya suka sama kamu loh.". Kalau saya menunjukkan kalau saya suka sama dia, nanti dia ilfeel ngga sih? Kalau ternyata dia ngga suka sama saya gimana?

Nah jadi buat kamu yang dulu pernah dekat dengan saya atau berniat dekat dengan saya in a romantic way dan sedang kepoin saya dengan baca blog ini (behh, emangnya ada? hahaha), dengan saya selalu menanggapi kamu aja itu sudah menunjukkan kalau saya sebenarnya juga tertarik sama kamu, loh. Jadi please jangan kelamaan pakai kode-kode, saya malah ngga ngerti dan jadi bingung sendiri. (semacam kepedean gitu ya nulis kayak gini, berasa ada yang mau ngedeketin aja HAHAHAHA)


And then I stumbled upon this article about quarter life crisis, and then I'm telling myself, "Well congrats! Seems like you're actually experiencing quarter life crisis right now!"

GIFs are from Haikyuu! and IU's Palette MV. Yes, she's singing about being a 25 years old and I freaking love this song. Check out her awesome MV below!



5.12.16

HELLOOOOO~

Hola!!

Duh, udah lama banget saya ngga ngepost di blog ini. Terakhir kali ngepost itu bulan September 2015, which is more than a year ago!

Ah, sudah lama sekali ya.

Sebetulnya saya pernah beberapa kali mau ngepost sesuatu disini, tapi kemudian lagi asik-asik nulis, ada kerjaan datang, terus setelah kerjaan selesai, hilang sudah mood menulis. 

Kebetulan minggu lalu saya sempat ketemu salah seorang teman lama dalam per-blog-an (ini beneran lama banget, udah dari pas saya masih SMA kali ya Mas Ran? Hahaha), terus obrolan kita agak sedikit nyerempet tentang blog. Nah saat itu lah saya ingat dengan blog yang sudah saya abaikan selama setahun lebih ini. Mumpung lagi sedikit bisa bernafas diantara tumpukan kerjaan, a little update about my current life won't hurt lah ya. *padahal ngga ada yang peduli*

Saya masih kerja di kantor yang sama seperti update-an saya tahun lalu. Kerjaan yaaa gitu-gitu aja, no major change. Satu-satunya perubahan besar adalah berat badan saya yang terus-terusan bertambah. Hahaha.

Nah, kalau soal fangirling, itu tetap menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari. Percayalah, fangirling itu bisa dilakukan dimana pun, termasuk didalam KRL commuter line yang penuh sesak. Mulai dari nonton drama, anime atau pun the latest live performance, semua bisa dilakukan di KRL! Hahaha.

Beberapa hari terakhir ini, saya sedang maraton Natsume Yuujinchou dari season 1 hingga season 5 yang masih on going saat ini. I totally recommended this anime, it's very heartwarming, tapi galau maksimal!!

NYANKO SENSEI MILUUUUVVVVV <3 i="">
source here

Galaunya bukan galau yang percintaan atau gimana sihhh, tapi pokoknya bikin galau aja! Salah banget lah pokoknya nonton ini pas lagi galau, bukannya menghibur malah bikin makin galau. *curcol*

*lirik jam* Baiklah, sudah hampir setengah 6, saatnya saya bersiap untuk pulang! Jarang-jarang bisa pulang teng go, disaat matahari masih terlihat. Hahahahaha.

Semoga saya bisa sering-sering nulis lagi disini ya, walaupun sebenarnya ngga tau juga mau nulis tentang apa.

Adios!

27.9.15

Jember Fashion Carnaval Trip - Day 1: WACI

Halo!

Sorry for the very late post about this event. I was very excited and want to make a post about it as soon as possible, but then I got busy. Busy to sleep because it was very tiring and then I went back to work as soon as I finished my trip. The workload was crazy. Not only on weekdays, but I also worked during weekends, so I don't have time to post anything. *alesan* *tapi emang iya*

Anyway, ini bukan pertama kalinya saya ke Jember -- mungkin udah ke entah-berapa-kali, karena tante saya tinggal di Jember (dosen di UNEJ, akuntansi. Hayooo mungkin ada yang pernah diajar sama dia?) dan om saya selalu email "Hi, the beach is missing you!". Tapi, ini pertama kalinya saya nonton Jember Fashion Carnaval!

Gaya dulu depan banner biar keliatan beneran ke JFC gituh :D

Oleh si Tante, saya disuruh daftar dari jauh-jauh hari di website-nya JFC biar bisa dapat media/photographer pass and yes, I got it! Yang lebih asik lagi, saya dan Tante dapet di zona A, yang kebanyakan media dan tempatnya strategis bangeeettt!! Tapi saya jiper banget di zona ini. Semuanya fotografer canggih dengan lensa segede-gede gaban, sementara saya mah butiran debu dengan kamera Canon G10.


Dan dengan pass itu, kita juga bisa ke backstage JFC! Ngeliatin para peserta karnavalnya lagi make up dan persiapan. Seru banget! Make up-nya kece-kece banget, flawless dan face painting-nya juga tsakep makzimal. Hasilnya? Cewek-ceweknya cantiiiiikkkk banget dan cowok-cowoknya.... juga cantik *lah* 








I feel like an octopus in the middle of those beautiful people *sobs* TAT

Setelah semangat muter-muter backstage, akhirnya saya dan tante malah ngaso di teras Kantor Bupati Jember. Hahaha.

Yang penting selfie dulu dongs

Di postingan ini, saya mau ngomongin tentang karnaval di hari Sabtu, 29 Agustus 2015, WACI. Jadi peserta karnavalnya tuh dari berbagai daerah di Indonesia. Dan saya juga baru tahu ada yang namanya AKARI, kalo ngga salah yaaa singkatan dari Asosiasi Karnaval Indonesia. Kalo ada anggotanya yang mampir kesini dan saya salah singkatan, mungkin bisa diluruskan. Hahaha.

Oke, jadi karnaval WACI ini dibuka dengan preview untuk kostum acara puncak Jember Fashion Carnaval di hari Minggunya. Saya ngga akan nge-post foto preview-nya, jadi saya akan langsung masuk ke kostum tiap daerahnya.

Yang pertama melenggok di catwalk adalah tim dari Bali. Mereka ada temanya gitu, tapi saya lupa apa. Mungkin dewa-dewi? Ah, saya lupa. Namanya juga blogger amatiran.











Yang kedua adalah Jawa Barat. Mereka mengusung tema Mega Mendung, salah satu motif batik dari Jawa Barat, yang juga jadi motif seragam batik di sekolah adik-adik saya. Hahaha.









Yang ketiga adalah Jawa Tengah. Kalo ngga salah sih temanya batik. Kalo ngga salah loh ya. Hahaha.









Maapin yah fotonya ada yang terang, ada yang gelap. Soalnya kan langitnya panas-mendung-panas, dan saya ngga pake auto mode, jadi suka kelupaan ngatur speed-nya hiks.

Yang keempat dari Kalimantan Timur. Dibuka dengan tarian-tarian khas Kalimantan Timur sebelum para model masuk ke runway. Temanya.... saya lupa. Kalo ngga salah rainforest. Kalo ngga salah. Tapi kayanya salah. Hahaha.










Setelah itu teman-teman dari Kepulauan Riau. Temanya bikin saya laper, Seafood.





Pas liat ini langsung pengen nyanyi Under the Sea




HAY MR. OCTOPUS :)

Yang tampil keenam adalah Nagroe Aceh Darussalam. Kostumnya ngga seheboh yang lain, tapi modelnya cantiiiikkk!



Kemudian Bangka Belitung juga ikut meramaikan karnaval ini. Temanya.... saya juga lupa.




And the last but not least adalah Nusa Tenggara Timur.





Selama nonton acara ini, cuma ada satu hal yang kepikiran di otak saya, "kok bisa ya mereka bawa hiasan seberat itu?" Hahaha. Kalo saya sih ogah banget ya, secara beban hidup sendiri aja udah berat, masa ditambah bawa begituan lagi. *eh *jadi curhat

Sebenernya saya motret banyaaaak banget, tapi yaaa berhubung saya amatiran yang nyasar di tempat fotografer profesional, jadi jangan dibandingkan dengan hasil foto lainnya yang kalian temukan di tempat lain yaaa :D

Baiklah, next post saya akan cerita tentang Day 2, yaitu acara puncaknya Jember Fashion Carnaval. Semoga saya bisa curi-curi waktu buat nge-post yah.

See ya! :D