16.9.12

Dan Semester 7 Dimulai...

Rasanya baru kemarin saya menulis tentang suka dan duka menjadi mahasiswa baru di blog ini, eh ternyata tanpa terasa saya sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir. Time flies surely fast.

Baru saja dua minggu yang lalu saya resmi memulai semester 7, tapi rasanya aura-aura mengerikan dari semester akhir sudah mulai terasa sejak liburan panjang dimulai. Bayang-bayang magang dan outline skripsi terus membayangi sejak awal liburan. Akhirnya pada awal bulan Agustus kemarin saya mendapatkan tempat magang di salah satu kantor kementerian di jalan medan merdeka barat. Agak lega, walaupun saat mulai saya masih belum mengumpulkan proposal magang. 

Baru mulai magang seminggu, saya sudah dibuat stress lagi oleh outline untuk mata kuliah seminar tugas akhir alias skripsi. Masalahnya, batas waktu pengumpulannya baru dikasih tahu dua minggu sebelumnya, sementara saya belum punya tema sama sekali! Okelah kalau hanya disuruh mengajukan tema dan judul seperti kebanyakan teman-teman saya lainnya. Lah ini udah harus selesai sampai metode penelitian! Gimana saya ngga stress coba? Kalau sampai outline saya ditolak gimana coba? Masa saya harus menunda setengah tahun buat seminar? Masalahnya kalau biaya kuliah murah sih ngga apa-apa, lah ini mahal banget dan saya masih punya 3 adik yang juga harus sekolah.

Akhirnya setelah panik dan mencoba ngobrol seorang dosen, saya memutuskan untuk mengambil tema yang dekat dengan keseharian saya, yang selalu saya lakukan hampir setiap hari, yaitu Korean Wave! Dan Alhamdulillah ternyata outline saya diterima juga tanpa revisi.

Memang apa sosiologisnya Korean Wave itu? Pasti ada! Saya yakin pasti ada! Banyak yang sisi sosiologis yang bisa diambil dari Korean Wave yang sekarang lagi nge-hits banget di Indonesia. Jelas saya akan mengambil Korean Wave dari sudut pandang para penggemarnya, tapi masalahnya saya masih belum ada bayangan bagaimana nantinya yang mau saya bahas. Apakah dari sisi identitas mereka sebagai penggemar K-pop? Atau Bagaimana K-pop berhasil menginternalisasi kehidupan mereka? Sejujurnya saya masih belum tahu, dan inilah yang bikin saya ketakutan setengah mati dari minggu lalu.

Di kelas seminar, semua anak membicarakan temanya masing-masing dan saya merasa yang temanya paling culun dan ngga jelas arahnya mau kemana hanya saya saja. Masalahnya lagi adalah sebenarnya saya sangat sangat lemah dalam konsep. Ini parah banget memang. Saya bisa melalui 6 semester tanpa ada mata kuliah yang mengulang saja rasanya sudah merupakan sebuah keajaiban.

Masalah terbesarnya lagi adalah hari rabu depan saya sudah harus mempresentasikan outline saya. 

Serius, saya benar-benar ngga percaya diri dengan outline saya yang arahnya masih ngga tahu mau kemana. Saya yakin pasti rabu besok saya akan dimaki habis-habisan. Dengan pertanyaan penelitian yang masih membingungkan, gimana caranya saya bisa bikin hipotesis yang bagus? Latar belakang dan permasalahan juga masih jelek. Duh.

Call me lebay or something like that, tapi setiap mendengar kata skripsi, saya langsung deg-degan dan kepikiran banget sama si outline saya itu. Pertanyaan-pertanyaan bernada pesimis langsung muncul diotak saya. Bisa ngga ya saya lulus mata kuliah seminar dan skripsi semester depan? Atau yang lebih parahnya, bisa ngga ya saya lulus dari jurusan ini?

Semoga. Semoga saya bisa lulus.

Amin.

2 comments:

  1. wuaaaahh si bapak tau-tau ngomongnya hwaiting hahahaha.

    anyway, terima kasih bung! :')

    ReplyDelete