**WARNING: ini postingan curhat, silakan skip kalau ngga pengen baca curhatan mellow saya hahaha**
Sudah hampir setahun sejak terakhir saya ngepost sesuatu disini. Sebenarnya sih banyak yang saya tulis, tapi semuanya cuma masuk di draft, ngga pernah saya post. Kenapa? Yaaa karena memang belum selesai, terus di save dulu aja, terus habis itu mood nulisnya keburu menghilang.
Ha! Alasan.
Anyway, it's been more than 8 years since I started this blog. Dari umur 16 tahun, sampai sekarang umur saya sudah 25 tahun. Dari saya masih unyu-unyu kelas 3 SMA, sampai sekarang udah tahun ketiga bekerja. Dari jaman blog ngehits banget, sampai sekarang udah jamannya vlogging. Tapi kalau saya sih ya ngga bakalan nge-vlog juga. Kombinasi antara wajah yang kurang memadai dan kemampuan berbicara didepan umum (dan kamera) yang nol besar. Hahaha.
Berbicara tentang 25 tahun, dulu sebelum saya 25 tahun, ada teman yang bertanya kepada saya, "lo ngerasain quarter life crisis ngga sih?". Saya cuma bisa "????" Ah masa sih saya bakalan merasakan itu? Seacara saya kan orangnya sering kelewat santai, ikutin aja kemana angin berhembus.
Tapi dalam beberapa bulan terakhir ini ada lirik lagu yang kayaknya kok saya banget gitu ya.
"So no one told you life was gonna be this way
Your job's a joke, you're broke, your love life's D.O.A."
Your job's a joke, you're broke, your love life's D.O.A."
Ada yang tahu itu lagu apa? Iya, I'll Be There For You-nya The Rembrandts.
Sebut saja mulai dari kehidupan sehari-hari. Dulu saya kepengen banget kuliah diluar negeri dari beasiswa. Kemudian saya niatnya bekerja sekitar setahunan dulu untuk mengumpulkan uang buat tes TOEFL/IELTS, lalu apply beasiswa kesana kesini. Tapi kenyataannya, saya bablas kerja sampai sudah 3 tahun.
Ketika pertengahan tahun ini saya mulai browsing-browsing tentang beasiswa, tiba-tiba saya jadi berpikir, "memangnya gue cukup pintar ya untuk lanjut S2 di luar negeri? Jangankan di luar negeri, di dalam negeri aja gue kayaknya belum tentu bisa lulus.".
Ketika pertengahan tahun ini saya mulai browsing-browsing tentang beasiswa, tiba-tiba saya jadi berpikir, "memangnya gue cukup pintar ya untuk lanjut S2 di luar negeri? Jangankan di luar negeri, di dalam negeri aja gue kayaknya belum tentu bisa lulus.".
Dan kemudian niat itu pun hilang, walaupun sebenarnya dalam hati saya masih pengen banget bisa belajar di luar negeri.
Kemudian karena memikirkan rencana yang gagal itu, saya jadi berpikir ulang tentang kerjaan saya, terutama kalau lagi stress mengerjakan report atau menghadapi client yang ngeselin. "Ah, mau resign aja terus jadi komikus.", itu yang biasanya saya ucapkan kalau level stress-nya masih rendah. Tapi kalau sudah tingkat stress-nya sudah semakin tinggi, cita-cita saya bisa makin ngawur lagi, "Kayanya habis ini gue mau resign terus jadi idol aja lah.".
Saya ngga benci kerjaan saya, malah saya cukup menikmati karena sebenarnya dengan membuat report riset dari berbagai macam kategori dan latar belakang studi, otak saya bisa terus jalan dan saya jadi ngga merasa bego-bego banget gitu. Lalu saya juga bisa bertemu orang dari berbagai negara dan mengasah kemampuan bahasa inggris saya. Tapi ya itu, kadang suka ada pertanyaan, "Am I actually fit this job?".
Di usia segini, tentunya banyak sekali teman saya yang sudah punya pasangan, baik yang masih berpacaran atau pun sudah menikah. Kadang kalau mendengarkan cerita mereka, saya suka berpikir "Ya ampun dulu curhatnya cuma seputar masalah 'duh-gebetan-gue-suka-sama-gue-atau-ngga' atau 'duh-pacar-gue-begini-nih', tapi sekarang rasanya kok... masalahnya orang dewasa sekali ya.".
Apparently, a 25 years old without a boyfriend is bad, and 25 years old without any experience in dating someone is even worse.
Biasanya skenario-nya seperti ini:
"Pacarnya sekarang siapa?" atau "Pacarnya mana nih? Ngga pernah dibawa..."
"Ngga punya pacar hehehe."
"Ah masa sih ngga punya pacar? Ngga punya atau diumpetin?" atau "Oh, makanya jangan kebanyakan milih, yang mana aja asal baik."
"Lah mau pakai kaos kaki aja milih, masa aku cari pacar ngga milih sih? Hehe." *ngeloyor pergi*
atau skenario lainnya:
"Si anu aja udah nikah/lamaran nih, ayo kamu kapan?" atau "Wah, udah gede ya, bentar lagi nyebar undangan dong?"
"Kapan-kapan hehehe"
"Jangan jawab gitu dong, pamali. Harusnya jawab doain aja."
*perlahan menjauh*
Biasanya skenario-nya seperti ini:
"Pacarnya sekarang siapa?" atau "Pacarnya mana nih? Ngga pernah dibawa..."
"Ngga punya pacar hehehe."
"Ah masa sih ngga punya pacar? Ngga punya atau diumpetin?" atau "Oh, makanya jangan kebanyakan milih, yang mana aja asal baik."
"Lah mau pakai kaos kaki aja milih, masa aku cari pacar ngga milih sih? Hehe." *ngeloyor pergi*
atau skenario lainnya:
"Si anu aja udah nikah/lamaran nih, ayo kamu kapan?" atau "Wah, udah gede ya, bentar lagi nyebar undangan dong?"
"Kapan-kapan hehehe"
"Jangan jawab gitu dong, pamali. Harusnya jawab doain aja."
*perlahan menjauh*
Saya pribadi saat ini masih belum ada niat untuk menikah. Kan ada tuh ya walau pun single tapi sesungguhnya dia kepengen banget menikah, tapi kalau saya sendiri sih ngga. But for some reason, I feel like I need some romance in my life. Terakhir kali saya suka sama orang itu sudah 4 tahun yang lalu, itu pun saya ngga tahu apakah saya suka as in I'm in love with him or just merely admiring him.
Ada saat-saat dimana kalau ngeliat teman saya menikah atau punya pacar, rasanya kayak "Hngg pengen punya pacar. Kok kayaknya lucu ya, ada orang buat berbagi senang dan sedih dan keluh kesah segala macam. Gimana ya caranya?" Kemudian setelah berpikir kalau punya pacar kayaknya bakal begini, begini, begitu, begitu, terus jadi ngga kepengen lagi karena menurut saya 'ngurus diri sendiri aja masih ribet, kalo nambah mikir orang lain lagi tambah ribet ngga sih?'
Kemudian keinginan itu pun hilang. Lalu muncul lagi, dan mengulangi lagi proses berpikir yang saya ceritakan diatas, kemudian hilang lagi. Lalu diulangi terus sampe saya bingung sendiri, sebenarnya saya ini maunya apa sih?
Satu hal lagi yang agak ribet buat saya kalau urusan percintaan, saya ini tipe orang yang ngga bisa menangkap kode, atau pun menunjukkan kalau "halo saya suka sama kamu loh.". Kalau saya menunjukkan kalau saya suka sama dia, nanti dia ilfeel ngga sih? Kalau ternyata dia ngga suka sama saya gimana?
Nah jadi buat kamu yang dulu pernah dekat dengan saya atau berniat dekat dengan saya in a romantic way dan sedang kepoin saya dengan baca blog ini (behh, emangnya ada? hahaha), dengan saya selalu menanggapi kamu aja itu sudah menunjukkan kalau saya sebenarnya juga tertarik sama kamu, loh. Jadi please jangan kelamaan pakai kode-kode, saya malah ngga ngerti dan jadi bingung sendiri. (semacam kepedean gitu ya nulis kayak gini, berasa ada yang mau ngedeketin aja HAHAHAHA)
Ada saat-saat dimana kalau ngeliat teman saya menikah atau punya pacar, rasanya kayak "Hngg pengen punya pacar. Kok kayaknya lucu ya, ada orang buat berbagi senang dan sedih dan keluh kesah segala macam. Gimana ya caranya?" Kemudian setelah berpikir kalau punya pacar kayaknya bakal begini, begini, begitu, begitu, terus jadi ngga kepengen lagi karena menurut saya 'ngurus diri sendiri aja masih ribet, kalo nambah mikir orang lain lagi tambah ribet ngga sih?'
Kemudian keinginan itu pun hilang. Lalu muncul lagi, dan mengulangi lagi proses berpikir yang saya ceritakan diatas, kemudian hilang lagi. Lalu diulangi terus sampe saya bingung sendiri, sebenarnya saya ini maunya apa sih?
Satu hal lagi yang agak ribet buat saya kalau urusan percintaan, saya ini tipe orang yang ngga bisa menangkap kode, atau pun menunjukkan kalau "halo saya suka sama kamu loh.". Kalau saya menunjukkan kalau saya suka sama dia, nanti dia ilfeel ngga sih? Kalau ternyata dia ngga suka sama saya gimana?
Nah jadi buat kamu yang dulu pernah dekat dengan saya atau berniat dekat dengan saya in a romantic way dan sedang kepoin saya dengan baca blog ini (behh, emangnya ada? hahaha), dengan saya selalu menanggapi kamu aja itu sudah menunjukkan kalau saya sebenarnya juga tertarik sama kamu, loh. Jadi please jangan kelamaan pakai kode-kode, saya malah ngga ngerti dan jadi bingung sendiri. (semacam kepedean gitu ya nulis kayak gini, berasa ada yang mau ngedeketin aja HAHAHAHA)
And then I stumbled upon this article about quarter life crisis, and then I'm telling myself, "Well congrats! Seems like you're actually experiencing quarter life crisis right now!"
GIFs are from Haikyuu! and IU's Palette MV. Yes, she's singing about being a 25 years old and I freaking love this song. Check out her awesome MV below!






























